Klikbola11

CepuSeo – Pembahasan mengenai Sepekan Lebih Bangun Isu PKI, Kalah Semua Hanya dengan Kehadiran Jokowi sedang menjadi berita viral dan hangat saat ini mari kita simak.

Presiden Jokowi itu memang keren bingits. Gimana gak keren, dia bisa menggebuk banyak orang tanpa berkata-kata.

Dia bisa memenangkan percaturan politik tanpa harus berkata kasar, membuat fitnah, menuduh lawannya seperti lurah apalagi PKI.

Cara beliau ini sangat halus tapi mematikan membuat Jokowi semakin dikagumi rakyat Indonesia dan membuat lawan-lawannya semakin gregetan, pusing pala barbie.

Gimana gak gregetan dong, coba bayangkan sejak kapan isu kebangkitan PKI ini dimulai?

Kalau hitungan saya yang keren dan ganteng ini, kira-kira 2-3 minggu lalu lah isu kebangkitan PKI mulai digoreng pihak sebelah.

Udah digoreng trus dibakar dan dikasih bumbu rica-rica biar makin pedes dan nendang.

Isu kebangkitan PKI semakin ramai dengan kehadiran seorang Jendral yang sepertinya sedang cari panggung.

Nobar menjadi wacana yang semakin hangat dibicarakan. Jokowi merespon dengan “Untuk anak-anak milenial tentu saja mestinya dibuatkan lagi film yang memang bisa masuk ke mereka,”.

Ia tidak keberatan TNI dan masyarakat menggelar acara nonton bareng (nobar) film G30S/PKI.

Sementara masyarakat mulai terpecah, ada kelompok yang setuju nobar dilaksanakan dan ada yang tidak.

Bagi mereka yang tidak setuju kebanyakan beralasan bahwa film tersebut adalah film propaganda orba bukan film sejarah.

Wajar saja karena memang sejarah ditulis oleh pemenang dan saat itu orba lah yang menang sehingga mereka yang menuliskan sejarah G30S/PKI.

Jika PKI yang menang saat itu, coba pikir kira-kira peristiwa tersebut akan menjadi seperti apa ceritanya?

Lucu memang film dengan judul Penumpasan Pengkhiantan G30S-PKI sebenarnya sudah dihentikan sejak tahun 1998 dan tidak pernah diributkan kembali hingga kini.

Dan berdasarkan survey SMRC, kita tahu siapa yang sebenarnya meributkan masalah ini.

Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Asvi Warman Adam mengatakan ada cerita di balik distopnya penyiaran film yang mendiskreditkan PKI itu.

“Waktu itu ada permintaan dari Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara Republik Indonesia (PP AURI),” kata Asvi saat dihubungi Tempo, Kamis, 27 September 2012.

Tokoh dari angkatan udara saat itu, Marsekal Udara Saleh Basarah menelepon Menteri Pendidikan Juwono Sudarsono dan Menteri Penerangan Yunus Yosfiah.

”Pak Saleh minta supaya film itu tidak diputar lagi,” kata Asvi.

Alasannya, lanjut Asvi, sejumlah anggota TNI Angkatan Udara menilai film tersebut mendiskreditkan pangkalan AURI di Halim Perdanakusumah.

“Halim PK dianggap sebagai sarang PKI,” kata dia.

Mantan Menteri Pendidikan, Juwono Sudarsono membenarkan adanya hubungan per telepon dengan Saleh Basarah.

“Beliau menghubungi saya sekitar bulan Juni-Juli 1998,” kata Juwono, kemarin. Permintaan tersebut, lanjut dia, disampaikan secara lisan saja.

Jadi awal mula permintaan penghentian film tersebut justru dari TNI sendiri, khususnya Angkatan Udara.

Dan saat itu tidak ada keributan apapun apalagi menuduh PKI karena meminta penghentian penayangan film itu.

Dari isu kebangkitan PKI kita bisa menduga bahwa yang sebenarnya ingin bangkit adalah Orba. Sejak dulu Orba kerap menggunakan PKI untuk menghantam lawan-lawannya.

Buruh demo akan dicap PKI, mahasiswa demo akan di cap PKI, minimal dikatakan ditunggangi PKI.

Dan itu terjadi juga ketika aksi reformasi 1998, saat itu mahasiswa dituduh komunis oleh rezim Orba. Padahal kenyataannya setelah reformasi hingga hari ini negara kita masih Pancasila.

Isu kebangkitan PKI pun diperkuat lagi dengan aksi 299. Aksi yang sangat menggemaskan karena terlihat inkonsistensi.

Aksi 299 disisipkan (malah mungkin lebih banyak) agenda menolak Perppu Ormas. Bendera putih dan hitam lebih banyak berkibar ketimbang Merah Putih.

Padahal jelas-jelas Perppu Ormas itu melarang ormas yang anti Pancasila.

Hal tersebut dijelaskan pada bagian penjelasan Pasal 59 Ayat (4) Huruf c menyebutkan, “ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila antara lain ajaran ateisme, komunisme/marxisme-leninisme, atau paham lain yang bertujuan mengganti/mengubah Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945”.

Jadi jelas Perppu ormas justru anti komunisme. Lah kok demonya anti komunisme tapi menolak Perppu yang melarang komunisme sambil teriak-teriak khilafah?

Sepertinya mereka tidak paham subtansi kenapa PKI ditolak di Indonesia. Inti dari penolakan PKI di Indonesia adalah karena PKI ingin mengganti Pancasila dengan Komunisme, itu intinya. Jadi paham apapun yang ingin menggantikan Pancasila harus ditolak.

Lalu hari nobar pun tiba, udah seperti jadwal nobar piala dunia saja yang ditunggu-tunggu banyak orang.

Dan tiba-tiba saja Jokowi hadir di di Makorem Suryakencana, Bogor mengenakan JAKET MERAH.

Semua langsung heboh, langkah tidak terduga yang dilakukan oleh Jokowi.

Gatot Nurmayanto yang dulu begitu bersemangat mengadakan nobar malah belum hadir. Ia baru tiba pukul 23.30 WIB setelah nonton pertunjukkan wayang di Museum Fatahillah, terlambat sekitar 3 jam.

Lakon wayang yang dimainkan dalam pergelaran Jumat malam itu adalah ‘Parikesit Jumeneng Noto’ atau Parikesit Menjadi Pemimpin. Hal ini akhirnya menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Tanpa banyak bicara Jokowi hadir dan ikut nobar G30S/PKI yang langsung mementahkan serangan-serangan yang telah dibangun berminggu-minggu.

Biaya sudah keluar banyak sampai Seword pun dibungkam lagi tapi hanya dengan kehadiran Jokowi disana lawan-lawan Jokowi langsung KO.

Isu kebangkitan PKI pun kembali senyap, mentah, menghilang seperti yang umroh dan gak balik-balik lagi.

Sejak awal Pak Jokowi tegas menolak PKI, ia mengatakan gebuk pada PKI jika mencoba-coba bangkit. Dan kini ia hadir untuk bersama-sama menonton film G30S/PKI. Jadi masih mau menuduh Jokowi antek komunis? Silahkan, tapi pasti akan mentah lagi.

PokerOfAsian | Bandar Poker | Bandar Ceme Online | Bandar DominoQQ | Bandar Capsa Online
Situs Poker Online Dengan Rate Kemenangan 80% hanya ada di PokerOfAsian
Hot Promo
*Bonus referal 10%

*Bonus Rolinggan 5%
*Cukup 1 ID untuk Semua Permainan
*Daftar Dan Jadilah Pemenang !!!
*Minimal Depo sangat TERJANGKAU, Hanya Rp.25.000
*Minimal Withdraw juga TERJANGKAU, Hanya Rp.25.000
Click Sini Untuk Daftar

 

Baca juga Kontes Seo Bandar Poker :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY