Klikbola11

CepuSeo – Pembahasan mengenai Flashback ! Merindukan Ahok dan Masa Depan Demokrasi Indonesia sedang menjadi berita viral dan hangat saat ini mari kita simak.

Jujur saja, saya bukan warga Jakarta. Juga tidak mengenal langsung beliau, Bapak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Namun, jujur saja saya merindukan hadirnya sosok Ahok dalam kancah perpolitikan di Indonesia.

Sosok bersih, jujur, berani, tidak korupsi, transparan, memperjuangkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi, dan berani berkorban demi kebaikan yang lebih luas.

Adakah sosok politisi yang seperti Ahok?

Kalau pertanyaan itu diajukan, maka akan timbul banyak jawaban. Kalau yang persis sama seperti Ahok, itu mustahil.

Ahok hanya satu dan tak ada yang sama persis seperti beliau. Namun kalau sosok politisi yang melebihi beliau, tentu ada.

Kalau karakter berpolitik di bawah level beliau, banyak jumlahnya! Apalagi kalau politisi busuk yang hanya mementingkan diri sendiri, tidak sedikit jumlahnya.

Mungkin sulit dihitung dengan jari!

Saya masih optimis dengan berita tercepat, di Indonesia ini banyak politisi jujur dan berkarakter bagus. Saya masih optimis, masih banyak politisi bermoral baik di negeri ini.

Mungkin belum bisa muncul karena masih didominasi politisi lama yang kurang kredibel dan cenderung masih mementingkan diri sendiri dibandingkan demi kepentingan masyarakat luas.

Masih adanya politisi yang hanya berpikir bisa mendapatkan sesuatu yang sifatnya materi daripada demi kemajuan bangsa, membuat politisi yang punya karakter baik belum bisa muncul ke permukaan.

Kapan mereka muncul dan membuat perubahan?

Suatu saat pasti akan tiba masa itu. Pada masa itu bermunculan politisi handal semacam Ahok, bahkan melebihi beliau.

Indonesia memiliki berbagai macam kekayaan alam dan SDM (sumber daya manusia) yang handal.

Pada masa yang akan datang, kita masih punya harapan. Harapan yang baik, yakni munculnya politisi-politisi muda yang handal, berintegritas, dan mempunyai dedikasi tinggi untuk membangun negeri ini.

Suatu saat semoga hadir orang-orang yang hebat yang mempunyai kemampuan dan kapasitas melebihi Ahok demi kemajuan bangsa ini.

Yang benci Ahok miskin prestasi?

Benarkah orang-orang –di antaranya politisi—yang selama ini benci pada Ahok adalah orang-orang yang miskin prestasi?

Ada yang memang demikian, tapi tidak semuanya. Ada orang, politisi yang menyatakan secara terang-terangan rasa bencinya pada Ahok.

Orang tersebut ternyata tidak punya prestasi apa-apa selama menjadi politisi. Prestasinya hanya ngomong, ngomong, dan ngomong doang (omdo).

Istilahnya, besar mulut, hasil kerja nol besar. Hebatnya, banyak yang mengikuti omongan orang semacam ini.

Orang yang percaya pada politisi besar mulut, kebanyakan karena buta politik, bisa juga karena minim pengetahuan umum dan wawasannya sempit.

Ada juga yang benci setengah mati pada Ahok.

Orang ini merasa dirinya suci, suka mengumbar kata-kata kasar, dan menginginkan Ahok dicekal agar tidak melarikan diri ke luar negeri.

Eh, ternyata orang ini yang justru kabur ke luar negeri saat tersandung kasus!

Orang-orang yang benci pada Ahok merasa takut kalau Ahok sampai menjadi politisi besar di negeri ini karena bisa mengurangi kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan proporsi kekuasaan.

Ahok kalau menjadi pejabat tinggi, tentu akan memilih orang-orang yang setipe dengan dirinya: jujur, pekerja keras, mementingkan rakyat di atas kepentingan pribadi, dan berani mengambil kebijakan demi kesejahteraan rakyat.

Bisa kita lihat melalui berita-berita yang ada, sebagian pembenci Ahok ternyata tersandung kasus-kasus yang memalukan.

Mulai dari kasus yang berkaitan dengan etika, sampai yang ada hubungannya dengan harta negara.

Para pembenci Ahok di antaranya adalah koruptor yang sekarang meringkuk di tahanan karena ketahuan telah melakukan korupsi yang hanya demi kepentingan diri sendiri.

Bagaimana masa depan demokrasi di Indonesia?

Demokrasi di Indonesia tetap ada dan berjalan tanpa Ahok. Meskipun Ahok setelah keluar dari penjara kelak tidak kembali ke panggung politik, demokrasi di Indonesia tetap berjalan seperti sedia kala.

Hanya saja, akankah kejadian serupa yang menimpa Ahok akan terulang lagi di masa yang akan datang?

Itulah yang menjadi keprihatinan kita semua yang peduli pada perbaikan tatanan di negri ini.

Orang yang cinta Indonesia, tentu juga menginginkan Indonesia dikendalikan oleh para pemimpin yang berkarakter baik. Ahok adalah salah satu contohnya.

Nah, kalau muncul tokoh semacam Ahok, lalu dieliminasi dengan cara-cara yang tidak pada tempatnya, lalu mengakibatkan tokoh tersebut lenyap, siapakah yang rugi?

Tentu saja negara ini.

Negara membutuhkan anak bangsa yang benar-benar rela berjuang demi kesejahteraan rakyat.

Negara membutuhkan orang-orang semacam Ahok yang bekerja keras siang malam untuk menyejahterakan rakyat.

Negara tidak membutuhkan politisi busuk yang kegiatan utamanya adalah menggerogoti anggaran negara demi kemakmuran diri sendiri dan kelompoknya!

Semoga Ahok adalah korban terakhir dari sebuah situasi yang seperti itu. Saya tidak bisa menyebutnya itu situasi apa.

Yang jelas, Ahok kalah dalam Pilkada Jakarta bukan karena buruk kenerjanya, tapi karena faktor di luar itu.

Semoga demokrasi di Indonesia semakin baik dan rakyat semakin dewasa dalam berdemokrasi, sehingga bisa memilih pemimpin yang benar-benar bekerja keras untuk kesejahteraan rakyat.

Baca juga Kontes Seo Bandar Poker :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY