Klikbola11

CepuSeo – Pembahasan mengenai Hikmah Dibalik Pertemuan Putra Sulung Jokowi Dan SBY sedang menjadi berita viral dan hangat saat ini mari kita simak.

Kamis (10/08/2017) ada pemandangan yang jarang terjadi di Indonesia, layaknya gerhana matahari.

Pada hari itu putra sulung presiden dan mantan presiden bertemu yaitu Gibran Rakabuming Raka putra presiden Jokowi bertemu dengan Agus Harimurti Yudhoyono putra presiden RI yang ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.

Pertemuan ini berlangsung di Presidential Lounge, kompleks istana presiden.

Gibran sebenarnya sudah lama ingin bertemu dengan Agus, namun belum ada kesempatan.

Bertepatan dengan Agus berkunjung ke istana presiden, Gibran pamit kepada bapaknya untuk izin nimbrung dan diperbolehkan, sehingga langsung menuju istana.

Sebelumnya Gibran memasakkan menu spesial untuk Agus yaitu gudeg dan bubur lemu. Olahan Gibran ini dimakan oleh Agus saat makan siang bersama.

Agus mengungkapkan sangat menikmati masakan Gibran dan enak sekali. Agus juga mengucapkan terima kasih kepada Gibran yang duduk disampingnya dan mengaku baru pertama kali makan gudeg dan bubur lemu.

Pertemuan trio pupuler ini; Jokowi, Gibran dan Agus berlangsung selama kurang lebih 1 jam.

Kedatangan Agus ke istana bertujuan untuk silaturahmi dan meminta restu serta nasehat presiden Jokowi prihal peresmian The Yudhoyono Institute.

The Yudhoyono Institute adalah lembaga baru yang dibentuk oleh SBY dan dipimpin langsung oleh Agus.

Organisasi ini akan diresmikan pada kamis malam (10/08/2017) dan akan konsen pada isu-isu nasional serta global.

Selama ini Gibran memang jarang terlihat bersama bapaknya. Baik di istana maupun kunjungan kerja ke daerah-daerah.

Gibran banyak meghabiskan waktu mengurus usahanya di Solo. Justru yang banyak menemani Jokowi adalah Kaesang, putra bungsu presiden.

Kaesang merupakan vloger popular yang kemana-mana membawa kamera dan sering merekam aktivitas Jokowi untuk kemudian di upload ke youtube.

Itulah kenapa munculnya Gibran di pertemuan Jokowi dan Agus adalah momentum yang langkah.

Dilihat dari latar belakang dan profesi, Agus dan Gibran memang sangat berbeda. Gibran mengikuti jejak bapaknya menjadi pengusaha.

Cuma bedanya Jokowi mengeluti usaha perkayuan sedangkan Gibran lebih tertarik pada usaha catering.

Gibran banyak menghabiskan masa pendidikan di Singapura dan Australia. Setelah lulus kuliah dia menggagas usaha catering yang diberi nama Chili Pari.

Usaha ini telah berkembang dan memiliki cabang di kota-kota besar di Indonesia. Kesuksesan Gibran dalam berwirausaha kemudian mengantarkannya menjadi ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Kota Solo.

Sedangkan Agus mengikuti jejak orang tuanya berkarir di militer. Agus memiliki prestasi yang cemerlang saat menjalani dinas di militer.

Dia pernah meraih medali Garuda Trisakti Tarunatama Emas, meraih penghargaan Trisakti Wiratama dan meraih penghargaan Pedang Tri Sakti Wiratama serta Adhimayaksa.

Agus juga berkontribusi terhadap pendirian Universitas Pertahanan di Sentul, Bogor yang digagas oleh SBY.

Saat tugas di militer Agus terpilih sebagai komandan tim khusus di Aceh, kemudian diangkat menjadi Pasiops di Yonif Linud 305/Tengkorak.

Terakhir Agus menjabat sebagai kepala seksi 2/ Operasi di satuan elit Kostrad, Brigade Infanteri Lintas Udara 17.

Belakang hari Agus mengundurkan diri dari dunia militer, untuk kemudian menguji keberuntungan di Pilkada DKI Jakarta.

Agus berpasangan dengan Sylviana Murni yang merupakan pejabat aktif di lingkungan Pemda DKI Jakarta.

Pasangan ini didukung oleh Partai Demokrat, PAN, PKB dan PPP. Namun harus kandas di putaran pertama karena kalah suara dengan pasangan Anies-Sandi dan Ahok-Djarot.

Usai kalah di Pilkada Agus banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.

Kemudian pada bulan Februari 2017 yang lalu saudara kandung Ibas ini muncul di Sport Mall Mahaka Square, Kelapa Gading Jakarta Timur untuk mewakili ayahnya membuka kejuaraan international Open Karate Champion SBY Cup XIV/2017.

Dan akhir-akhir ini Agus sibuk mengurus lembaga yang barunya yaitu The Yudhoyono Institute yang telah mengantarkannya bertemu dengan Jokowi dan Gibran.

Pertemuan dua orang putra mahkota ini memberi contoh kepada kita bahwa panasnya suhu politik di Indonesia tidak membuat hati Agus dan Gibran ikut-ikutan panas.

Apalagi atmosfer Pilpres 2019 sudah terasa. Beberapa waktu lalu SBY bertemu dengan Prabowo dan mengkritik Jokowi. Begitu juga sebaliknya, Jokowi membalas kritikan SBY.

Bagi Agus dan Gibran dunia politik, urusan bapak mereka. Silaturahmi dan persahabatan tetap jalan.

Karena dengan silaturahmi hidup ini akan terasa indah, mulia dan nikmat. Senikmat gudeg dan bubur lemu buatan Gibran.-,CepuSeo

Baca juga :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY