Klikbola11

CepuSeo – Pembahasan mengenai Langkah Pintar Jokowi Membantu Usaha Penyelesaian Konflik Rohingya sedang menjadi berita viral dan hangat saat ini mari kita simak.

Pakde Jokowi mengatasi konflik Rohingya dengan cerdas. Terlihat lamban bagi orang yang tidak berpikir tapi sebenarnya penuh perhitungan.

Saat konflik seperti itu maka yang pertama sekali harus diselamatkan adalah para korban konflik. Mereka kehilangan rumah, kekurangan makanan, dan sebagainya. Maka bantuan kemanusiaan harus bisa masuk kesana.

Kalau Jokowi grasak grusuk dan menyelesaikan masalah dengan pentungan maka yang terjadi Myanmar akan menutup jalan masuk bantuan kemanusian.

Akibatnya korban jiwa akan lebih banyak lagi. Indonesia adalah satu-satunya negara yang diberi akses kemanusiaan ke Rohingya.

Bayangkan jika sampai akses tersebut ditutup, maka satu-satunya harapan bantuan bagi korban konflik di Rohingya akan hilang.

Dan akses itu akan hilang jika Indonesia mengusir dubes Myanmar. Jadi kalau Jokowi menuruti mereka yang ingin mengusir dubes maka tindakan tersebut justru akan merugikan korban konflik Rohingya.

Untuk mengatasi konflik Rohingya tanpa membuat semakin banyak korban berjatuhan, Jokowi mengutus dulu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Sejak konflik kembali pecah, Retno terus berkomunikasi dengan pemerintah Myanmar.

Indonesia mendorong agar Myanmar segera mengendalikan keamanan di Rakhine State, sehingga tidak perlu lagi ada korban warga sipil Rohingya.

Retno sudah berkomunikasi dengan National Security Advisor Myanmar dan Menteri Luar Negeri Bangladesh. Kedua negara ini tidak boleh terpisah dalam penyelesaian masalah kemanusiaan warga Rohingya.

“Bagaimanapun juga Myanmar dan Bangladesh harus kerja sama yang baik dalam penanganan, khususnya penanganan pengungsi. Tanpa kerja sama yang baik akan sulit penanganan pengungsi ini dilakukan,” jelas dia.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Turki juga menghubungi Retno pagi ini. Pembicaraan tentu terkait perkembangan situasi di Rakhine State.

“Mudah-mudahan jadwal saya dapat segera difinalkan untuk kunjungan ke Myanmar. Dan saya sudah lapor ke Presiden,” tutur Retno. (sumber: Berita Tercepat news.liputan6.com)

Jadi sejak konflik meletus lagi, Jokowi melalui Menlu sudah bergerak dengan senyap. Tidak benar Jokowi diam saja, kalau diam saja kenapa hanya Indonesia yang diberi ijin akses bantuan kemanusiaan?

Bukankah itu artinya Myanmar percaya pada Indonesia dan membangun kepercayaan tersebut tentu bukan dengan diam.

Kemudian Menlu Retno Marsudi meresmikan aliansi lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang kemanusiaan untuk membantu krisis humaniter terhadap etnis Rohingya dan warga sipil terdampak konflik di Rakhine, Myanmar.

Gabungan LSM itu dinamakan AKIM, Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar.

Jumlah anggota AKIM sebanyak 11 lembaga dengan fokus pada isu kemanusiaan di Rohingya. Ketua AKIM adalah Muhamad Ali Yusuf yang mewakili ormas Nahdlatul Ulama (NU).

Anggota AKIM lainnya meliputi Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Palang Merah Indonesia, PKPU, dan Aksi Cepat Tanggap.

Indonesia saat ini juga sedang mengembangkan proyek pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan untuk etnis Rohingya dan warga sipil terdampak konflik di Rakhine, Myanmar. Proyek tersebut merupakan kerjasama antara Kemlu mewakili pemerintah dengan AKIM tadi.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan Gutteres. Pembicaraan selama 16 menit itu dilakukan pada Jumat, 1 September 2017.

Pada perbincangan itu, Retno banyak membahas perkembangan konflik Rohingya. Gutteres rupanya menaruh perhatian khusus pada peristiwa ini.

Gutteres juga tahu betul apa saja yang sudah dilakukan Indonesia untuk meredam konflik di Rakhine State. Karena itu, Gutteres meminta Indonesia terus menjalankan peran dalam menghentikan konflik itu.

“Sekjen PBB mengapresiasi peran Indonesia dan harapkan Indonesia lanjutkan perannya dalam membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State,” kata Retno melalui pesan singkat. (sumber: news.liputan6.com)

Jadi selama ini pengkondisian terus dilakukan antara pihak Indonesia dan Myanmar. Semua demi memuluskan langkah Indonesia menyelamatkan etnis Rohingya dan warga sipil terdampak konflik di Rakhine.

Myanmar jadi percaya pada Indonesia dan pendekatan-pendekatan bisa terus ditingkatkan. Setelah Retno bergerak dan terkondisikan dengan baik, baru kemudian Jokowi membuat pernyataan.

Saya dan seluruh rakyat Indonesia, kita menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi Rakhine State, Myanmar, perlu aksi nyata bukan hanya pernyatan kecaman-kecaman, dan pemerintah berkomitmen terus untuk membantu kriris kemanusiaan, bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil Indonesia dan juga masyarakat internasional.

Itulah aksi nyata dari pemerintah Indonesia bukan sekedar ungkapan prihatin, seperti kutipan pernyataan Jokowi terkait konflik Rohingya berikut ini.

Saya jadi ingat cara-cara Jokowi mengatasi konflik seperti dengan cara mengundang makan.

Ia tidak grasak grusuk, hajar sana sini yang bisa menyebabkan lebih banyak korban berjatuhan. Buat kaum yang berpikir pasti paham, entah buat kaum Saracen.

Sementara di sebelah sana malah mau mendemo candi…..

Baca juga Kontes Seo Bandar Poker :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY