Klikbola11

CepuSeo – Pembahasan mengenai ( Menabak ) Jokowi Pilih Ibukota Negara Indonesia Dimana ? sedang menjadi berita viral dan hangat saat ini mari kita simak.

Timbul kembali wacana pemindahan ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dari pemerintah ke pemerintah memang ada rencana pemindahan ibukota tersebut, cuma belum ada realisasinya karena banyak faktor.

Seperti Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak mencukupi, kondisi politik belum stabil, keraguan pemerintah.

Pemindahan ibukota negara sudah jadi keharusan , karena Jakarta sebagai ibukota sekarang sudah tidak memadai untuk administrasi dan keamanan bagi pemerintahan pusat.

Pemerintahan pusat berlokasi di Jakarta dalam kondisi rawan karena dekat dengan keramaian sehingga akan mudah disusupi teroris.

Adminitrasi pemerintah pusat bentrokan dengan adminitrasi pemerintah daerah yaitu pemerintah Daerah Istimewa Ibukota (DKI) karena dalam satu daerah yang sempit dan sumpek.

Seingat otak cangkok saya, di rezim Susilo Bambang Yudhoyono , sempat muncul wacana pemindahan ibukota negara , bahkan sudah 4 kali. Jonggol ,Bogor dan Karawang yang dipilih karena letaknya tidak jauh dari Jakarta, tidak sampai 70 kilometer.

Padahal (katanya) pertumbuhan ekonomi di Indonesia termasuk tinggi yaitu 6,2%. Cuma seperti biasanya , tetap wacana ya wacana selamanya dikarenakan Susilo Bambang Yudhoyono memang punya karakter kurang percaya diri dalam pengimplementasian program yang besar-besar.

Kan pemindahan ibukota negara Indonesia butuh keberanian tingkat tinggi dari presiden Indonesia.

Sekarang kembali timbul wacana pemindahan ibukota negara Indonesia . Lihat siapa kah presiden sekarang. Kami percaya dan yakin , presiden Jokowi tidak main-main dengan wacana pemindahan tersebut.

Jokowi punya prinsip tidak mau hanya sekedar wacana…wacana…wacana.. tetapi langsung mengimplentasikan /merealisasikan.

Presiden Jokowi mempelajari dulu,dan sudah ada tiga daerah layak jadi ibu kota Indonesia.

Cuma tidak mau disebutkan mana daerah yang hendaknya dijadikan sebagai ibukota negara Indonesia.

Untuk meminimalisasi harga tanah yang bisa tiba-tiba melambung tinggi dikarenakan spekulasi / permainan harga tanah oleh spekulan .

Pemindahan ibukota negara Indonesia haruslah melalui kajian di segala lini seperti sosial politik, infrastruktur , perekonomian, karakter penduduk.

Kajian selesai dilanjutkan dengan perhitungan dana.

Ternyata banyak kepala daerah menawarkan daerah / propinsinya sebagai lokasi bagi ibukota Negara Indonesia di masa depan.

Salah satunya adalah Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak .

Diajukannya kota Balikpapan dan kabupaten Penajam Paser Utara dalam wilayah propinsi Kalimantan timur sebagai lokasi ibukota negara Indonesia.

Dalil Awang Faroek Ishak adalah lahan sangat luas. bBalikpapan dan Penajam Paser Utara sedang berkembang sebagai kawasan strategis pembangunan industri.

Bahkan banyak kelebihan terutama budaya dan sosial seperti masyarakat adem ayem walaupun berbeda suku, bangsa dan agama.

Mengenai tawaran Gubernur Kalimantan Timur tersebut, Presiden Jokowi pertegas tidak bicara apapun karena semuanya masih dalam kajian.

Pendek kata , calon ibukota negara Indonesia masih dalam rahasia negara yang tidak boleh dibocorkan .

Agar betul-betul mencapai kematangan proses pemindahan ibukota negara Indonesia.

Untuk mengerti perlunya pemindahan ibukota negara Indonesia , marilah kita melangkah mundur ke jaman Presiden Soekarno.

Pada tahun 1950-an Presiden Soekarno sudah prediksi Jakarta akan jadi semrawut. Terbukti, sekarang Jakarta penuh permasalahan, dari kemacetan, kepadatan penduduk, pembangunan sembarangan , rawan banjir sampai terorisme.

Sehingga pemindahan ibukota negara Indonesia adalah keharusan yang tidak bisa tertunda-tunda.

Pemerintahan pusat harus tertib adminstrasi, bebas dari segala gangguan keamanan, pusat kemiliteran yang luas dan canggih, pembangunan rapi dan terstrukur, pusat penyebaran perintah /instrukur presiden.

Timbul keinginan presiden Soekarno dan pilihan presiden Soekarno jatuh pada Palangka Raya , Kalimantan Tengah.

Kenapa Palangka Raya dipilih ?

Ide dan usulan Semaun, Ahli tata ruang kota-kota model Uni Soviet bahwa ibukota negara Indonesia perlu pindah, beserta konsep tata ruang pemerintahan pusat disambut antusias oleh presiden Soekarno.

Setelah mengkaji dan mempelajari semua lokasi calon ibukota baru selama satu tahun , akhirnya Presiden Soekarno ambil putusan yang mantap.

Palangka Raya paling pas maka diambil untuk dijadikan sebagai ibukota baru pengganti Jakarta.

Pemikiran presiden Soekarno bahwa pangan , sumber minyak dan air yang jadi penentu masa depan Indonesia.

Pangan , sumber minyak dan air yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia harus dilindungi dan dijangkau dari posisi ideal yang berada di Palangka Raya.

Untuk melindungi negara Indonesia dari ancaman negara asing, diperlukan kekuatan militer. Dibagi dua pertahanan yaitu pertahanan laut dan pertahanan udara.

Untuk pertahanan laut, dipusatkan di Indonesia timur dengan Biak sebagai pusat armada laut.

Sedangkan pertahanan udara, hendaknya dipusatkan di Kalimatan

Untuk mendukung gerak cepat pesawat milliter Indonesia, baik mendarat maupun tinggal landas , di Palangka Raya dibuat banyak jalan yang lurus-lurus, lebar dan panjang.

Mengantisipasi kemungkinan terjadi perang dengan Inggris , karena perebutan wilayah di utara Kalimantan yang sekarang bernama Malaysia .

Untuk pertahanan udara, Presiden Soekarno memborong banyak pesawat MIG21 dari Uni Soviet.

Konsep tata ruang pemerintahan pusat yang berlokasi di Palangka Raya sungguh rapi , dibuat dengan penuh perhitungan dan sangat teliti.

Tata ruang kota Palangka Raya sekarang masih paling rapi di Indonesia

Kalimantan dipilih karena pulau terbesar di Indonesia dan posisinya pas di tengah-tengah kepulauan Indonesia.

Dan menghilangkan sentralistik Jawa. Jakarta merupakan peninggalan penjajah Belanda,maka wajib punya ibukota hasil pemikiran orang Indonesia sendiri , bukan orang asing.

Palangka Raya punya sungai besar bernama sungai Kahayan.

Sungguh ideal untuk transportasi sungai , bisa dipadukan dengan jalan raya seperti ( meniru) Eropa.

Sungai Kahayan dipercantik , bisa dimanfaatkan banyak orang yang sedang santai menikmati keindahan sungai.

Sudah dibangun, infrastruktur-infrastrukur di Palangka Raya. Sayangnya sejak presiden Soekarno lengser pada tahun 1965 karena gerakan 30 September , pembangunan di Palangka Raya terhenti secara total.

Dan tinggal kenangan saja. Untunglah ada tanda pengingat bahwa presiden Soekarno pernah punya mimpi besar memindahkan ibukota negara Indonesia.

Pengingat dalam wujud tiang / tugu Soekarno, dipancang di dekat sungai Kahayan. Tidak hanya tugu,juga ada gedung DPRD, bundaran besar dan istana yang merupakan bukti desain / mimpi besar presiden Soekarno.

( Menabak ) Jokowi Pilih Ibukota Negara Indonesia Dimana ?
tugu Soekarno di Palangka Raya
( Menabak ) Jokowi Pilih Ibukota Negara Indonesia Dimana ?
Gedung DPRD Palangka Raya
( Menabak ) Jokowi Pilih Ibukota Negara Indonesia Dimana ?
Bundaran Palangka Raya
( Menabak ) Jokowi Pilih Ibukota Negara Indonesia Dimana ?
Istana di Palangka Raya

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas , Bambang Brodjonegoro bertanggung jawab penuh atas rencana pemindahan ibukota Negara Indonesia.

Pemindahan ibukota dalam proses kajian . Aspek kajian meliputi penentuan lokasi , pendanaan , dan tata ruang kota. Bambang Brodjonegoro akui salah satu dari ketiga daerah calon ibukota adalah Palangka Raya.

Presiden Jokowi adalah pengagum Soekarno, terutama pemikiran yang sangat jauh kedepan.

Sampai-sampai Jokowi bergabung dengan PDI-Perjuangan yang diketuai Megawati , putri Soekarno.

Pernah ditanya murid , “Siapakah idola bapak ?” dan Jokowi menjawab ,” Saya mengidolakan Bung karno. Beliau seorang pemimpin yang berani memimpin bangsa besar”.

Pasti kita semua sudah tahu Jokowi lebih suka langsung membangun atau mengimplementasikan sesuatu yang sudah disiapkan / direncanakan.

Jokowi kurang suka cuma berwacana atau kebanyakan mimpi.

Bisa kita lihat, proyek era Susilo Bambang Yudhoyono yang terbengkalai langsung dilanjutkan dan diselesaikan oleh presiden Jokowi.

Maka analisis otak cangkok saya, Jokowi pasti pilih Palangka Raya .

Karena Palangka Raya sudah terbentuk walaupun baru sebagian kecil. Sisanya akan dilanjutkan dan diselesaikan oleh presiden Jokowi.

Konsep tata ruang Palangka Raya sudah ada dari dulu, masih bisa digunakan karena konsep sudah memperhitungkan ratusan tahun kedepan.

Perlu sedikit diperbaharui karena ada penyimpangan tata ruang kota Palangka Raya sejak presiden Soekarno lengser.

Jokowi menghidupkan kembali mimpi besar Soekarno dan melanjutkan pembangunan ibukota berlokasi di Palangka Raya yang sudah lama terhenti .

Biaya nantinya diperkirakan tidak terlalu berat ditanggung negara karena lokasi sudah ada dan tata ruang sudah siap, beberapa infrastruktur yang vital sudah ada.

Tinggal perbaiki dan menambah infrastruktur-infrastruktur .

Apabila mimpi Soekarno berhasil terwujud, ibukota Palangka Raya punya nilai historis dan kehormatan kita dipersembahkan kepada presiden Soekarno.

Ibukota Palangka Raya jadi kebanggaan Indonesia karena dibangun dari pemikiran presiden pertama.

Sekalian mempertegas ibukota Palangka Raya adalah peninggalan leluhur kita , bukan peninggalan penjajah Belanda . -,CepuSeo

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY