Klikbola11

CepuSeo – Pembahasan mengenai Pengabdian Presiden Joko Widodo untuk Indonesia sedang menjadi berita viral dan hangat saat ini mari kita simak.

Joko Widodo berasal dari keluarga sederhana. Bahkan, rumahnya pernah digusur sebanyak tiga kali, ketika dia masih kecil, tetapi ia mampu menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Setelah lulus, dia menekuni profesinya sebagai pengusaha mebel.

Karier politiknya dimulai dengan menjadi Wali Kota Surakarta pada tahun 2005.

Namanya mulai dikenal setelah dianggap berhasil mengubah wajah Kota Surakarta menjadi Kota Pariwisata, Kota Budaya, dan Kota Batik. Pada tanggal 20 September 2012, Jokowi berhasil memenangi Pilkada Jakarta 2012.

Kemenangannya dianggap mencerminkan dukungan populer untuk seorang pemimpin yang “muda” dan “bersih”, meskipun umurnya sudah lebih dari lima puluh tahun.

Joko Widodo (Jokowi) secara resmi dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia, tanggal 20 Oktober 2014.

Pelantikannya begitu meriah karena disambut melalui pesta rakyat di Monumen Nasional (Monas).

Dalam visi dan misinya, Jokowi mengatakan, pembangunan ekonomi suatu negara baginya adalah membangun sumber daya manusia yang lebih baik. Dia berjanji akan memperbaiki kualitas pendidikan dan kesehatan dengan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat.

Karena dengan pembangunan manusia itu kita akan menjadi manusia produktif. Karena kalau produktivitas rakyat meningkat, Indonesia akan punya daya saing.

Selain itu, pembangunan koperasi, UMKM, pasar tradisional, ekonomi maritim dan industrinya, pembangunan yang dimulai dari daerah, serta pembangunan infrastruktur akan menjadi perhatian Jokowi dalam pembagunan ekonomi.

Menyikapi hal tersebut Jokowi membuat banyak gebrakan, banyak proyek – proyek besar yang di bangun dan diselesaikan pada pemerintahan Jokowi.

Pak Jokowi memulai proyek pertamanya dengan membangaun Kilang Minyak Bontang dengan kapasitas minimum 235 ribu per hari senilai Rp60 triliun.

Status lahan untuk proyek ini telah dinyatakan siap. Pendanaan proyek ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Lelang untuk penunjukkan KPBU ditargetkan selesai pada Desember 2015.

Kemudian,Pengelolaan Air Minum Semarang Barat dengan nilai investasi Rp765 miliar. Lelang proyek ini akan dilakukan Pemkot Semarang dengan target waktu pekan ketiga Juni 2015.

Selain itu pak Jokowi juga membangun Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dengan investasi Rp11,4 triliun. Pembebasan lahan untuk proyek ini sudah 86 persen. Lelang untuk skema KPBU proyek ini ditargetkan September 2015.

Revitalisasi tiga bandara berskala kecil dan menengah. Tiga bandara ini merupakan proyek percontohan dari rencana pengembangan 10 bandara.

Revitalisasi tiga bandara ini berlokasi di Bandara Raden Inten II, Lampung, Bandara Mutiara, Palu dan Bandara Labuan Bajo, Komodo.

Pemerintah pada awal Juni akan memastikan tiga proyek ini akan menggunakan skema KPBU atau membentuk Badan Layanan Umum.

Proyek besar lainnya yaitu pembangunan Empat ruas jalan tol Sumatera yakni Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Pekanbaru-Dumai, dan Bekauheni-Tebanggi Besar.

Nilai investasi empat ruas ini mencapai Rp30 triliun. Pemerintah telah menyusun Perpres Nomor 100/2014 untuk pengerjaan empat ruas tambahan yakni Tebanggi Besar-Pematan Panggang, Pematang Panggang-Kayu Agung, Palembang-Tanjung Api-Api dan Kisaran-Tebing Tinggi oleh PT Hutama Karya. Total pelaksanaan proyek delapan ruas ditargetkan Juni 2015.

Di Jawa Tengah Pak Jokowi membangun Proyek Listrik Tenaga Uap (PLTU) senilai Rp40 triliun dengan kapasitas 2.000 MW. Pembebasan lahan untuk proyek ini belum 100 persen.

Segala hambatan dalam proyek ini, seperti pembebasan lahan dan penetapan revisi izin lingkungan ditargetkan selesai awal Juni 2015.

Di bidang transportasi, pemerintahan Jokowi melaksanakan pembangunan kereta api ekspress Bandara Soekarno Hatta dengan nilai investasi Rp24 triliun.

Pemerintah menargetkan pada awal Juni sudah melakukan penetapan teknologi dan peralihan tanah BMN pengadaan lahan publik.

Awalnya proyek ini akan dikerjakan melalui penunjukkan langsung kepada lima BUMN. Namun, karena belum adanya landasan hukum mengenai penunjukkan langsung itu, akhirnya diputuskan menggunakan lelang dengan target Agustus 2015.

Kabinet Jokowi telah menuntaskan proyek yang mangkrak yaitu Jalan Tol Cikopo-Palimanan di Provinsi Jawa Barat, yang selesai pembangunannya dan resmi beroperasi pada 12 Juni 2015.

Kabinet Jokowi juga menuntaskan proyek Jembatan DR. Ir Soekarno di Provinsi Sulawesi Utara, yang selesai pekerjaannya dan diresmikan pada 28 Mei 2015 Kabinet jokowi juga telah menuntaskan proyek mangkrak yaitu Jembatan Merah Putih di Provinsi Maluku, yang hingga saat ini telah menunjukkan perkembangan 90,8%.

Jokowi juga telah menuntaskan Bendungan Jatigede di Provinsi Jawa Barat, yang sudah mulai diisi air pada 31 Agustus 2015 Kabinet Jokowi juga telah membereskan Bendungan Nipah di Provinsi Jawa Timur, yang siap digenangi November 2015 dan Bendungan Bajul Mati di Provinsi Jawa Timur Kabinet Jokowi telah menuntaskan Pembangunan Jembatan tayan di Provinsi Kalimantan Barat, dengan perkembangan konstruksi fisik yang sudah mencapai 96% .

Pengabdian Presiden Joko Widodo untuk Indonesia
Pengabdian Presiden Joko Widodo untuk Indonesia

Kabinet Jokowi telah menaikkan anggaran Dana desa sebesar 122% dengan nominal 20.7 Trilyun untuk tahun anggaran 2015 Adapun untuk mewujudkan kedaulatan pangan di dalam negeri, tahun 2015 mulai dibangun 13 waduk dengan dana APBN senilai Rp. 9 triliun.6 dari 13 waduk akan dibangun di Luar Pulau Jawa, yaitu Waduk Keureuto di Aceh, Waduk Lolak di Sulawesi Utara, Waduk Bintang Bano, Tanju dan Mila di NTB serta Waduk Tapin di Kalimantan Selatan.Sementara 2 Waduk akan dibangun di Pulau Jawa, yaitu Waduk Kariyan di Banten dan Waduk Logung di Jawa Tengah.

Pada Desember ini, Waduk Keureuto, Kariyan dan Logung sudah ditender. Ditargetkan, pembangunan waduk tersebut dalam kurun waktu tiga tahun sudah selesai.

Kabinet Jokowi juga telah mencanangkan Program Sejuta Rumah sejak April 2015 yang sudah terbangun 512.928 unit Kabinet Jokowi proses membangun 24 pelabuhan untuk mendukung proyek tersebut.

Dari catatan Bappenas, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun 24 pelabuhan tersebut mencapai Rp 39,5 triliun.

24 Bandara tersebut antara lain di ,

  1. Banda Aceh (Rp 1 triliun)
  2. Kuala Tanjung (Rp 3 triliun),
  3. Belawan (Rp 3 triliun),
  4. Dumai (Rp 1,5 triliun),
  5. Batam (Rp 3 triliun),
  6. Padang (Rp 1,5 triliun),
  7. Pangkal Pinang (Rp 1,5 triliun), dan Panjang (Rp 1,5 triliun).

Adapun pelabuhan yang dibangun di Pulau Jawa adalah

  1. Tanjung Priok,
  2. Cilacap
  3. Tanjung Perak,

Masing-masing Rp 1,5 triliun.Untuk Kalimantan, pelabuhan akan dibangun di Pontianak (Rp 1,5 triliun), Palangkaraya (Rp 1 triliun),Banjarmasin (Rp 1,5 triliun), serta Maloy (Rp 1 triliun) Kabinet Jokowi telah mengucurkan 2.5 trilyun untuk membangun akses perbatasan yang menghubungkan dengan Malaysia,Timor Timor dan Papua Nugini .

Kabinet Jokowi berhasil menarik dana investor asing hingga semester I 2015 sebesar 295,7 Trilyun demi menggerakkan ekonomi dan penyerapan penganguran dinegeri ini Kabinet Jokowi juga telah berhasil membangun kerjasama dengan China melalui kerjasama B to B antara BUMN kita dengan BUMN China untuk pembuatan kereta api cepat Jakarta bandung yang menelan investasi 74,8 trilyun rupiah Kabinet Jokowi juga telah berhasil melakukan deregulasi dan debirokrasi yang dapat mempercepat proses investasi melalui program reformasi struktural yang memangkas ijin dan waktu proses investasi sehingga dapat menarik banyak investasi masuk.

Kabinet Jokowi juga telah berhasil menguatkan nilai kurs rupiah yang awalnya melemah di Rp 14.800 menjadi 13.357 per dollar amerika Kabinet Jokowi telah melakukan penggarapan sistem tranportasi massal terpadu di JADETABEK mulai dari MRT ,LRT ,Bus Kota hingga kereta cepat Jakarta bandung yang bertujuan mengatasi macet Jakarta Kabinet Jokowi telah melakukan pengembangan system pengendali banjir Jakarta melalui program pembenahan kali Ciliwung ,sodetan banjir kanal timur dan revitalisasi waduk waduk di Jakarta.

Kabinet Jokowi telah berhasil memberikan subsidi pada Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari yang awal 22% menjadi 12% di 2015 dan nanti awal tahun 2016 menjadi 9%.

Demi menggerakkan ekonomi rakyat dan keberpihakan pada rakyat kecil Kabinet Jokowi telah berhasil meningkaatkan surplus neraca perdagangan kita menjadi 1,2 milyar dollar pada September 2015 atau sejak bulan juni 2015 surplus neraca perdagangan meningkat tajam.

Pengabdian Presiden Joko Widodo untuk Indonesia
Pengabdian Presiden Joko Widodo untuk Indonesia

Kabinet Jokowi telah berhasil mengarahkan industri ponsel luar negeri untuk memproduksi ponsel di Indonesia seperti Oppo, Samsung, Xiomy dan Lenovo.

Kabinet Jokowi selama semester I 2015 telah berhasil menarik investasi sektor riil dengan dibangunnya 970 pabrik makanan dan minuman ,378 pabrik tekstil baru ,100 pabrik sepatu ,dan 156 pabrik furnitur sehingga mampu menambah daya dobrak dalam menggerakkan ekonomi nasional.

Itulah ulasan saya tentang pencapaian yang luar biasa dilakukan oleh pemerintahan Jokowi di bidang pembangunan infrastruktur.

Dengan semakin banyaknya proyek pembangunan di Indonesia, maka semakin banyak pula lapangan pekerjaan yang tersebar luas di seluruh wilayah Idonesia.

Khusunya bagi saya, saya adalah salah satu siswa SMK NEGERI JAWA TENGAH saat ini saya masih duduk di kelas XII Teknik Konstruksi Batu Beton.

Dengan banyaknya proyek pembangunan di Indonesia, saya juga berkesempatan untuk ikut andil dalam perubahan bangsa dibidang pembangunan infrastruktur.

Semoga saja pencapaian yang luar biasa ini tidak berhenti dan terus berlanjut di pemerintahan Jokowi supaya Negara Indonesia bisa menjadi maju dan menjadi Negara yang terhormat di jajaran Mancanegara.

Baca juga Kontes Seo Bandar Poker :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY