Klikbola11

CepuSeo – Pembahasan mengenai Program Pendidikan Dari Pak Jokowi Yang Sangat Dedikatif sedang menjadi berita viral dan hangat saat ini mari kita simak.

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang penduduknya lebih dari 200 juta jiwa, yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa dan budaya yang berbeda.

Banyaknya jumlah penduduk tentu berpengaruh terhadap pemerataan perekonomian yang layak bagi penduduk, lemahnya perekonomian masyarakat tentunya berpengaruh pada pendidikan keluarga mereka.

Selain memiliki jumlah penduduk yang padat, Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah, kekayaan alam di daratan terhampar indah, menghijau tidak tersentuh, kekayaan alam di laut menghiasi birunya laut.

Namun ada sebagian dari belahan bumi Indonesia yang rusak ulah tangah manusia yang tidak memiliki pekerjaan lain di beberapa daerah penghasil timah, namun bukan hanya kekayaan alam yang harus di jaga dan diambil manfaatnya.

Masyarakat yang selama ini banyak yang hanya menjadi konsumen, rendahnya tingkat pindidikan masyarakat Indonesia membuat masyarakat harus menerima hasil jadi yang barang mentahnya dari negara kita sendiri.

Seiring waktu zaman terus berevolusi dan sekarang bukan lagi zaman penjajahan, para pejuang yang merelakan tiap-tiap tetesan keringat dan darah mereka tentunya.

Menghendaki generasi yang berintelektual yang bisa mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bisa membuat Indonesia lebih maju bukan hanya negara berkembang.

Baca juga : RAJAPOKER88 SITUS AGEN JUDI POKER BANDAR DOMINO QQ ONLINE TERPERCAYA

Ironis jika negara dengan jutaan penduduk dengan generasi yang prilakunya bobrok dan mengisi media massa dengan performa keburukan.

Lalu, apa yang dibutuhkan masyarakat Indonesia untuk melaju ke Negara maju?yaitu kesejahteraan hidup masyarakat, salah satunya pendidikan yang layak.

Pendidikan yang akan mengasah dan mengembangkan kemampuan para generasi penerus bangsa yang akan menjadi agent of change, yang akan membawa perubahan demi perubahan yang berkualitas untuk negeri Tercinta bukan hanya menjadi generasi penikmat kesenangan Indonesia merdeka.

Salah satu janji kemerdekaan yang tertuang dalam UUD 1945 adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”,

Untuk menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, masyarakat memerlukan pendidikan yang mempuni walaupun berpenghasilan sedang, karena untuk memenuhi janji kemerdekaan adalah kewajiban semua elemen masyarakat Indonesia.

Apalagi di zaman yang serba instan seperti sekarang, dengan berbagai macam teknologi diciptakan manusia untuk membatu memudahkan berbagai macam urusan.

Biaya hidup yang terus meningkat tanpa tawar-menawar bagi semua kalangan.

Penggunaan teknologi yang selalu bergandengan dengan penggunaan biaya, misalnya dalam bidang pendidikan.

Untuk kalangan siswa-siswi sekolah, dari mulai siswa-siswi tingkat menengah pertama sampai mahasiswa harus menggunakan komputer atau leptop untuk mengerjakan tugas mereka,

Belum lagi buku-buku pelajaran yang harus di beli ditambah dengan uang SPP yang setiap bulan harus dibayar siswa-siswi SMA karena tidak semua SMA yang telah menjalani program SPP gratis,

Contohnya sekolah saya dulu MAN 1 Pangkalpinang atau biaya persemester yang harus dibayar para mahasiswa.

Bagi mereka yang orang tuanya berpenghasilan tetap dan cukup bahkan lebih mungkin saja tidak kesusahan untuk membeli barang-barang demikian, membayar SPP dan keperluan lainnya.

Namun bagi mereka kalangan yang berpenghasilan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari atau kurang tentunya keberatan, apalagi dengan jumlah keluarga yang cukup banyak.

Tidak sedikit dari masyarakat belum melaksanakan program KB yang dianjurkan pemerintah, padahal program yang dianjurkan dapat mensejahterakan keluarga, salah satu manfatnya masyarakat dapat menjalani pendidikan yang layak.

Jika dalam satu keluarga jumlah anaknya banyak, maka akan sulit mengatur pengeluaran biaya pendidikannya, apalagi pendapatannya kecil.

Namun kadang bukan program KB yang tidak dilaksanakan, misalanya ibu-ibu yang kebobolan lupa KB.

Ada juga yang sering menikah kemudian bercerai hingga beberapa kali, jika satu istri memiliki dua anak, bagaimana jika empat istri?

Tentunya hal-hal demikian mengakibatkan anak-anak sulit mengenyam pendidikan.

Salah satu program pemerintah dalam bidang pendidikan yang patut di apresiasi adalah program Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Dimana program KIP mengeluarkan banyak dana untuk meringkan beban masyarakat dalam hal biaya sekolah. Program KIP menyebar di seluruh Indonesia, salah satunya pulau kecil yang pernah menjadi bagian pulau Sumatra, yaitu pulau Bangka tempat saya dilahirkan dan dibesarkan.

Keluarga saya sendiri, kami tinggal di Desa Jada Bahrin Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Orang tua saya hanya seorang petani dengan penghasilan kecil dengan tanggungan keluarga yang banyak, ayah saya bekerja sendiri kadang-kadang ibu pn ikut membantu dengan tanggungan keluarga 9 orang, saya dan adik-adik saya masih sekolah semua dan satu masih bayi.

Sering sekali keluhan demi keluhan terlontar dari orang tua saya yang bekerja hanya sebagai petani.

Penghasilan mingguan atau bulanan yang kadang hanya cukup untuk makan saja namun mau tidak mau mereka harus menyisihkan sebagian dari penghasilan mereka untuk biaya pendidikan anak-anak mereka, karena orang tua kami tahu bahwa pendidikan itu sangat penting untuk kami.

Namun setelah adanya bantuan berupa materi langsung yang dicairkan melalui program KIP, keluarga kami sangat terbantu, adik-adik saya mendapat bantuan biaya yang bisa mereka gunakan untuk berbagai macam keperluan sekolah mereka.

Baru-baru ini adik saya yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas mendapat bantuan uang 1000.000, dan sebelumnya adik saya yang duduk di bangku Sekolah Dsar pernah mendapat bantuan lain dari pemerintah.

Begitu juga dengan saya, sewaktu masih di Sekolah Menengah Atas sering mendapat bantuan dari pemerintah. Beban orang tua kami menjadi lebih ringan, orang tua kami akan lebih fokus mencari nafkah untuk biaya hidup sehari-hari.

Dalam hal biaya hidup, tidak sedikit dari masyarakat yang berusaha keras dengan cara yang dapat merugikan orang lain, dengan jumlah pengangguran yang besar, tingkat kejahatan, tindakan kriminal yang merajalela.

Apalagi jika generasi bangsa banyak yang tidak berpendidikan, tidak lain penyebabnya sering kita dengar, yaitu perihal biaya, maka para generasi banyak yang menyimpang dari norma-norma di masyarakat.

Baca juga : DANAQQ.COM SITUS BANDARQ DOMINO QQ BANDARQ ONLINE DOMINO 99 DOMINOQQ DOMINO99 ONLINE INDONESIA

Karena rendahnya tingkaat pendidikan mereka atau mereka sangat mengerti tentang hal-hal yang buruk yang harus dijauhi, namun karena tidak ada pekerjaan lain yang menghasilkan uang yang bisa mereka lakukan.

Pendidikan formal maupun non formal merupakan salah satu proses memahami norma-norma yang berlaku di masyarakat, apalagi pendidikan formal yang bertahap, setiap jenjang diajari dan dibekali berbagai macam pengetahuan.

Dengan berpendidikan pula seseorang mempunyai wadah untuk mengasah kemampuan mereka, yang mana kemampuan tersebut berguna untuk mereka yang menginginkan pekerjaan yang layak.

Pekerjaan yang layak yang akan membuat ekonomi masyarakat lebih baik, tentunya akan mengurangi jumlah pengangguran dan tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun pihak-pihak yang terkait.

Walaupun Bangka Belitung pulau yang kecil, namun perhatian Pak Jokowi tak luput dari siswa-siswi Bangka Belitung.

Pak Jokowi yang selalu tampil sederhana begitu mengerti kondisi masyarakat yang membutuhkan uluran tangan dari pemerintah, kebijakan program pendidikan yang diberlakukan memberikan dampak positif bagi masyarakat.-,CepuSeo

1 COMMENT

  1. Kontes SEO BERLANGSUNG !!

    Total Hadiah 30 Juta Rupiah

    BDdomino.net Dengan Keyword : BandarQ Agen Sakong Judi AduQ Capsa Bandar Poker

    BdDomino
    Tanggal : 17 Juli 2017 sampai 2 Oktober 2017

    Selengkapnya : http://bddomino.org/kontesseo

    Tunjukan Kalau Kalian MASTERNYA SEO !!
    Saat yang tepat untuk mengetest kemampuan SEO Anda dengan tidak sia-sia.

    Tunggu apa lagi? Ikuti kontes ini sekarang juga!

LEAVE A REPLY